Fenomena Kelulusan Anak Sekolah Dan Budaya Salah Kaprah Coret-coretan Serta Konvoi

Assalamu’alaikum.wr.wb

kerugian merayakan kelulusan dengan konvoi serta corat coret

Fenomena Kelulusan Anak Sekolah Dan Budaya Salah Kaprah Coret-coretan Serta Konvoi – Selamat siang sobat Onwap Blog’s, di artikel kali ini saya ingin menulis seputar fenomena yang terjadi 2 hari ini yang sudah terjadi setiap tahunnya, yaitu perayaan kelulusan yang sepertinya wajib untuk coret-coretan dengan pilok serta konvoi keliling dengan motor yang knalpotnya sangat bising dan bisa dibilang sangat mengganggu.

Saya ingin ikut mengomentari tentang budaya salah kaprah ini karena jika ini terus dibudayakan maka akan menjadi sesuatu yang tidak baik. Jika bertanya kepada mereka yang baru lulus, rata-rata jawabannya adalah :

  1. Kurang rame kalau tidak begini
  2. Ini sudah turun temurun
  3. Kayak tidak pernah muda saja
  4. Ini ekspresi kegembiraan kami
  5. Supaya nanti ingat kalau pernah lulus
  6. Dan masih banyak alasan klasik lainnya

Dilihat dari sisi manapun, budaya coret-coretan serta konvoi merayakan kelulusan merupakan sesuatu yang salah kaprah dan lebih banyak tidak baiknya. Namun terkadang karena semangat muda yang merasa semua yang dilakukannya adalah benar sehingga menutup nasehat baik dari orang tua maupun guru dan tetap melakukannya sebagai sebuah tradisi wajib setelah pengumuman kelulusan.

Kembali lagi ke beberapa pertanyaan simple namun harus dijawab dengan penjelasan serta pemikiran yang lebih jauh berikut ini :

  1. Apa manfaat konvoi dan corat coret?
  2. Apakah itu wujud dari rasa syukur setelah lulus?
  3. Apakah dengan melakukan itu pekerjaan atau masuk kuliah unggulan menjadi lebih mudah?
  4. Apakah itu mencirikan seorang pelajar yang terpelajar?

Tentu jawabannya adalah TIDAK! Perlu diketahui, masa kelulusan setelah SMK/SMA adalah dimana sebuah keputusan mulai di ambil untuk menentukan masa depan. Itu bukanlah sebuah akhir segalanya, namun permulaan untuk semua hal yang tidak berujung dan dibutuhkan pemikiran lebih jauh dan matang untuk menentukan masa depan yang lebih baik.

Jika memang ingin merayakan kelulusan yang baik dan beretika yang mencerminkan diri sebagai seorang pelajar yang terpelajar yang bisa dibanggakan oleh orang tua adalah :

  • Memberikan seragam kepada yang yang lebih membutuhkan
  • Berbagi makanan ataupun sembako sebagai wujud rasa syukur
  • Melakukan kegiatan seperti pengucapan terimakasih atas jasa guru yang telah membimbing hingga lulus
  • Dan masih banyak kegiatan positif lainnya yang rasanya harus mulai dibudayakan mulai sekarang

Patut menjadi bahan renungan memang, setelah lulus apa yang harus dilakukan dan apa tujuan hidup selanjutnya? Itu juga pantas dipikirkan daripada hanya merayakan kelulusan dengan euforia sesaat yang pada dasarnya minim manfaat dan lebih banyak hal negatif yang didapat. Karena bagi pelajar SMA/SMK sederajat yang baru lulus, setelahnya mungkin akan mengalami beberapa hal berikut :

  • Susahnya Mencari Pekerjaan
    Rata-rata yang menjadi masalah utama setelah lulus sma/smk adalah susahnya mencari pekerjaan. Berbeda dengan ketika mendaftar di sekolahan yang sangat mudah dengan test ringan, untuk melamar sebuah pekerjaan selain dibutuhkan dokumen pendukung seperti sertifikat prestasi maupun ijazah, juga diperlukan skill mumpuni untuk dapat diterima bekerja.
  • Dimarahi Boz Lebih Extrim
    Bagi yang belum pernah merasakan bekerja, tentunya hal ini seperti hal sepele. Namun pada kenyataannya adalah tidak. Jika masih sekolah dulu, ketika dimarahi bisa ngambek dan bolos sekolah. Namun jika sudah bekerja? Mau ngambek terus bolos kerja? Yang ada malah surat ultimatum bahkan bisa dikeluarkan dari pekerjaan. Hal seperti ini sudah seharusnya menjadi renungan bagi yang baru lulus ataupun yang belum agar menjadi bahan pertimbangan merayakan kelulusan dengan konvoi dan coret-coretan
  • Masuk Universitas Idaman Tidak Mudah
    Bagi yang memutuskan untuk kuliah, perlu diketahui bahwa persaingan untuk masuk universitas unggulan yang diinginkan juga tidak mudah. Itu terjadi karena persaingan yang cukup ketat, jika tidak mulai mempersiapkan dari sebelum lulus maupun beberapa bulan setelah kelulusan bisa jadi target masuk kampus idaman hanyalah impian belaka.
  • Skripsi Ditolak Dosen
    Hal selanjutnya untuk yang memutuskan untuk kuliah, adalah skripsi yang ditolak oleh dosen. Bayangkan jika sudah membuat sebuah skripsi yang menurut kita sempurna namun akhirnya ditolak? Kalau tugas sekolah tugasnya masih mudah karena guru terkadang masih memaklumi, kalau dosen?

Itulah beberapa point tentang beberapa hal yang kemungkinan besar alami setelah lulus sma/smk sederajat. Semoga bisa menjadi renungan agar kedepannya lebih cerdas dan bijak sebelum ikutan acara coret-coretan maupun konvoi keliling yang sebenarnya tidak ada manfaatnya untuk diri sendiri maupun orang.

Sebagai penutup, kurang afdol rasanya jika saya tidak mengucapkan selamat atas kelulusannya buat adik-adik sma/smk sederajat tahun ajaran 2016/2017. Selamat datang di dunia dimana masa depan ditentukan oleh kemampuan diri dan menuntut kebijaksanaan dalam bertindak dan memutuskan sesuatu… Sekali lagi selamat! Selamat! Dan Selamat berjuang untuk mulai menggapai masa depan!

Demikianlah yang dapat saya tulis tentang Fenomena Kelulusan Anak Sekolah Dan Budaya Salah Kaprah Coret-coretan Serta Konvoi. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi bahan renungan bersama. Untuk kritik, saran maupun pertanyaan tentang tulisan saya dapat menuliskannya di kolom komentar. Apabila dirasa bermanfaat, silahkan subscribe dan share artikel di blog ini.

Wassalamu’alaikum.wr.wb

Facebook Comments
Gantengmax

Author: Imam Suhadi

Seorang Penulis sekaligus Blogger yang berasal dari Muntilan - Magelang. dengan motto " Sharing For Learning! "

Tolong Berikan Saran Dan Masukannya Ya?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.